Different of Eid Al Fitr
Hari Raya Idul Fitri 1447H
Hari itu, gema takbir berkumandang di berbagai penjuru. Tanda bulan Ramadhan telah usai dan mulai beranjak meninggalkan kita para umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh keberkahan, bulan yang paling dirindukan, digantikan dengan bulan yang penuh kegembiraan bulan Syawal, tepatnya hari raya Idul Fitri. Namun terasa untuk tahun ini sangat berbeda, tak selayaknya hari raya sebelumnya yang terkesan sangat dinantikan, tahun ini sangat berbeda. Tak ada rasa bersemangat seperti sebelum-sebelumnya, yah.. hanya sekedar bahagia yang biasa saja, dan entah kenapa aku merasa seperti itu.
Hari raya pertama, seperti pada umumnya, kita saling bermaaf-maafan antar saudara dan tetangga. Kami sekeluarga berkunjung dari rumah ke rumah, bersenda gurau membahas banyak hal. Namun pada hari kedua, hal yang tak terduga datang. Nenekku jatuh sakit, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Daerah. Terkejut? tentu saja. Nenek yang awalnya menerima tamu, berbincang-bincang dengan saudara yang datang, tiba-tiba memahami tak mengenali siapa yang ada di rumah.
Rumah tiba-tiba terasa hampa, apalagi tidak hanya 1 orang saja yang diurus saat di rumah, ada ayah yang sakit, dan kakek yang sudah sangat berumur, alhasil keesokan harinya saya meminta bantuan untuk menjaga nenekku di rumah sakit, karena ibu dan budeku harus bekerja dikeesokan keesokan harinya, saya mengiyakan tawaran tersebut dengan senang hati.
Selama dua hari aku menemani nenekku disana, dan selama dua hari itu aku mendapatkan banyak sekali pengajaran,
Komentar
Posting Komentar