Muhammad : Cahaya Pemersatu Umat

     Nabi Muhammad Saw. lahir pada 12 Rabiul Awal tepatnya pada tahun Gajah atau pada 21  April 571 M, dari kalangan bani Quraisy ternama kakeknya yaitu Abdul Muthalib. Nabi Muhammad merupakan putra dari pasangan suami istri, ayahnya bernama Abdullah dan Ibundanya bernama Aminah. Namun sangat disayangkan Nabi Muhammad Saw harus menjadi seorang yatim tatkala ayahnya meninggal saat beliau berusia 2 bulan dikandungan ibundanya.  

    Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib hingga usia remaja. Beliau diajari menggembala dan berniaga atau berdagang mengelilingi kota Syam kala itu, sampai suatu waktu beliau bertemu dengan Khadijah yang merupakan perempuan terpandang dan Nabi Muhammad Saw. mempersunting Khadijah. 

    Pada masa pra-Islam yang disebut masa Jahiliyah, Nabi Muhammad menunjukkan sifat yang sangat baik sehingga masyarakat Mekah mempercayakan banyak tugas kepada Nabi Muhammad Saw, dan beliau diberi julukan Al-Amin yang artinya dapat dipercaya, dan terjadilah suatu perselisihan, pada saat usia beliau menginjak 30 tahun. 

    Perselisihan terus berlanjut, hingga hampir terjadi pertumpahan darah antar kabilah Quraisy. Para pemimpin kabilah berselisih mengenai siapa orang yang pantas ditunjuk untuk mengembalikan batu Hajar Aswad pada tempatnya setelah Ka'bah selesai direnovasi. Akhirnya ditunjuklah Nabi Muhammad untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

    Nabi Muhammad memberikan keputusan yang adil, persoalan tersebut diselesaikan dengan usulan Nabi Muhammad untuk membentangkan sebuah kain, dan masing-masing sisinya dipegang oleh para pemimpin kabilah, lalu Nabi Muhammad yang meletakkan kembali batu Hajar Aswad ke tempatnya semula. Diberikannya solusi yang sangat adil tersebut sangat menunjukkan potret nyata dari integritas Nabi Muhammad Saw.

    Pada usia ke-40 tahun, Nabi Muhammad pertama kali menerima wahyu Allah, di Gua Hira tepatnya 17 Ramadhan dengan wahyu pertama yang disampaikan malaikat Jibril kepada beliau adalah surah Al-Alaq ayat 1-5 yang berbunyi "Iqro'", atau "Bacalah" sebagai perintah untuk membaca, akan tetapi Nabi Muhammad menjawab "Aku tidak bisa membaca". Malaikat Jibril lalu menuntun Nabi Muhammad untuk membaca ayat tersebut. Beberapa waktu kemudian, turun lagi wahyu kedua, yaitu surah Al-Mudatsir ayat 1-7, yang berisi perintah untuk menyeru umat manusia untuk kembali kepada Allah Swt.

    Misi Nabi Muhammad adalah menyeru atau mengajak seluruh umat manusia untuk kembali ke jalan yang lurus sebagaimana wahyu yang telah diturunkan sebelumnya. Awalnya nabi Muhammad memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi dari rumah para sahabat, namun kemudian beliau melakukan dakwahnya secara terang-terangan. 

    Hanya dengan menempuh waktu selama 23 tahun, Nabi Muhammad Saw. telah berjaya untuk menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Arab. Kesuksesan dakwah Nabi Muhammad Saw. dapat dibuktikan secara nyata dengan semakin bertambahnya umat Islam bahkan hingga saat ini.







   

Komentar

Postingan Populer